Jakarta — Publik memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. Berdasarkan hasil survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025, kinerja Yandri menempati peringkat ketiga di antara para menteri dengan tingkat kepuasan publik sebesar **66,9 persen**. ([detiknews][1])
Survei tersebut dilaksanakan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi dengan sampel sebanyak 1.600 responden. ([detiknews][1]) Menurut Direktur Eksekutif SPIN, Mawardin Sidik, pencapaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap keberlanjutan program pembangunan desa serta inovasi yang dilaksanakan langsung di lapangan, tidak sekadar wacana. ([Liputan6][2])
**Faktor di Balik Apresiasi Publik**
Beberapa faktor penting yang dianggap publik sebagai penyebab positifnya penilaian terhadap Yandri Susanto antara lain:
1. **Penguatan BUMDes dan Digitalisasi Ekonomi Desa**
Kementerian Desa menggagas sejumlah kebijakan untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan memperluas pemanfaatan teknologi digital di tingkat desa. Program-program ini dinilai relevan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. ([Liputan6][2])
2. **Sinergi Lintas Kementerian & Koordinasi Program**
Yandri dinilai mampu menjalin koordinasi yang efektif antar kementerian sehingga program-program yang bersinggungan dengan masyarakat desa—khususnya dalam aspek kemiskinan dan pemerataan wilayah—dapat diimplementasikan lebih menyeluruh. ([Liputan6][2])
3. **Realitas Kerja di Lapangan**
Publik melihat tindakan konkret, seperti kunjungan langsung ke desa-desa, pengawasan lapangan, dan implementasi kebijakan yang bisa dirasakan masyarakat, sebagai bukti keseriusan. ([detiknews][1])
4. **Tata Kelola Keuangan Transparan**
Yandri berhasil mempertahankan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan Kementerian PDT tahun 2024. Hal ini menjadi salah satu indikator kredibilitas pengelolaan anggaran publik. ([Liputan6][2])
**Penghargaan Tambahan dari Media**
Selain survei publik, Yandri Susanto juga menerima apresiasi dari kalangan media melalui penghargaan **Pena Emas 2025** dari Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedia Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas komitmen membuka akses informasi pembangunan desa dan membangun kerja sama yang sehat dengan media nasional. ([KUASA.NET][3])
**Tanggapan Pemerintah dan Harapan Publik**
Kementerian Desa menyebut bahwa pencapaian ini memperkuat posisi sektor desa — yang selama ini sering dianggap sebagai “pelengkap” — menjadi salah satu fondasi utama dalam upaya pemerataan pembangunan nasional. ([Liputan6][2])
Para pengamat pembangunan juga menyoroti bahwa keberhasilan Yandri tidak hanya soal program besar, tetapi juga bagaimana pemimpin kementerian “mengarahkan detail” dan memastikan proses di lapangan berjalan dengan baik.
Ke depan, publik berharap agar momentum ini tidak sekadar jadi angka survei, melainkan menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas layanan, pemerataan manfaat pembangunan, dan keberlanjutan inovasi di seluruh desa di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar